Ubah Botol Plastik Jadi Pemasukan Kas Pemuda, Tim KKN Mahasiswa Dukung SDG’s 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab

Sleman, 23 September 2026 - Mahasiswa KKNM-32909 Universitas Negeri Yogyakarta yang beranggotakan Amorita Ferent Cantika (Departemen Administrasi Publik), Nayla Putri Maherta (Departemen Administrasi Publik), Dewi Niken Puspitasari (Departemen Administrasi Publik), Jeni Tri Widyatun (Departemen Administrasi Publik), Aulia Riska Febriyenti (Departemen Administrasi Publik), Afif Figo Aryo Tetuko Putra (Departemen Pendidikan Teknik Mesin), Muhammad Farkhan dari Departemen Teknik Mesin, Haidar Firhan Hehanusa (Departemen Pendidikan Teknik Mesin), Deka Amar Laudza (Departemen Ilmu Keolahragaan), dan Alif Erfiansyah (Departemen Ilmu Keolahragaan) memperluas program Pengadaan Tong Pengumpulan Botol Plastik sebagai Sarana Pemilahan Sampah Anorganik di Lingkungan Masyarakat di Padukuhan Kembangarum 13, Kalurahan Donokerto, Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman.

Pengelolaan sampah tidak selalu harus dimulai dari program baru. Di Padukuhan Kembangarum 13, mahasiswa KKNM-32909 UNY 2026 melanjutkan program pembuatan tong pengumpulan botol plastik yang masih memberikan manfaat bagi masyarakat dengan mengembangkan jangkauan tong pengumpulan botol plastik melalui penyediaan sarana pada lokasi yang dapat menjangkau lingkungan permukiman sekaligus kawasan Desa Wisata Kembangarum.

Kegiatan pengumpulan botol plastik yang selama ini berlangsung di lingkungan permukiman warga kemudian dikembangkan dengan penyediaan dua tong pengumpulan pada lokasi yang memiliki karakter aktivitas berbeda. Satu tong ditempatkan di lingkungan permukiman warga yang menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari masyarakat, sedangkan satu tong lainnya ditempatkan di kawasan Desa Wisata Kembangarum yang juga menjadi ruang aktivitas masyarakat dan pengunjung. Penempatan pada kedua kawasan tersebut diharapkan dapat memberikan akses yang lebih luas bagi masyarakat untuk mengumpulkan botol plastik sekaligus memperluas jangkauan pemilahan sampah anorganik di Kembangarum 13.

"Kami melanjutkan program yang sudah ada dari KKN sebelumnya, kemudian menambahkan satu titik di Desa Wisata supaya pengumpulan botol plastik bisa lebih luas," ujar Farkhan, Ketua KKNM Kembangarum 13.

Pemilihan kawasan Desa Wisata sebagai salah satu lokasi pengumpulan juga mempertimbangkan aktivitas masyarakat dan pengunjung yang berlangsung di tempat tersebut. Botol plastik yang dihasilkan dari berbagai kegiatan dapat langsung ditempatkan pada tong yang telah disediakan sehingga tidak bercampur dengan jenis sampah lainnya. Keberadaan sarana tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat membangun kebiasaan memilah sampah sekaligus menjaga kebersihan lingkungan.

Selain mendukung kebersihan lingkungan, botol plastik yang terkumpul juga memiliki nilai ekonomi yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Ketika jumlah botol telah mencukupi atau tong dalam kondisi penuh, botol-botol tersebut akan dikumpulkan untuk kemudian dijual kepada pengepul. Hasil penjualan selanjutnya dimasukkan ke dalam kas pemuda yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung berbagai kegiatan kepemudaan di Kembangarum 13.

"Nanti kalau tong botolnya sudah penuh, akan dikumpulkan dan dijual. Hasilnya masuk ke kas pemuda, sehingga bisa digunakan lagi untuk kegiatan pemuda di sini," jelas Andika, Ketua Karang Taruna Kembangarum 13.

Pemanfaatan hasil pengumpulan botol tersebut menunjukkan bahwa kegiatan pengelolaan sampah dapat melibatkan masyarakat sekaligus memberikan manfaat kembali kepada masyarakat. Dari perspektif Administrasi Publik, kegiatan ini mencerminkan pentingnya partisipasi dan kolaborasi masyarakat dalam menangani persoalan publik di tingkat lokal. Mahasiswa berperan dalam menyediakan dan mengembangkan sarana, sementara masyarakat, Karang Taruna, dan perangkat lingkungan memiliki peran dalam pemanfaatan serta keberlanjutan kegiatan. Dengan demikian, program tidak hanya berfokus pada penyediaan fasilitas, tetapi juga mendorong keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan lingkungan secara bersama-sama.

Keberlanjutan tersebut diperkuat melalui penyerahan tong pengumpulan botol plastik kepada Ketua Karang Taruna dan Ketua RW Kembangarum 13 bersamaan dengan kegiatan jalan sehat yang dilaksanakan masyarakat pada Minggu, 23 Agustus 2026. Penyerahan ini menjadi bentuk serah terima sarana agar fasilitas yang telah disediakan dapat dimanfaatkan dan dikelola oleh masyarakat setelah mahasiswa menyelesaikan masa KKN. Dengan adanya serah terima tersebut, pengelolaan tong pengumpulan botol plastik selanjutnya dapat dilanjutkan oleh masyarakat dan Karang Taruna, termasuk dalam pengumpulan dan penjualan botol plastik yang hasilnya dimasukkan ke dalam kas pemuda.

Kegiatan ini sekaligus menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Pengelolaan botol plastik melalui pemilahan sejak dari sumbernya sejalan dengan upaya mendorong pola konsumsi yang lebih bertanggung jawab serta mengurangi sampah yang berakhir tanpa pengelolaan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya menyediakan sarana pengumpulan, tetapi juga memperkuat praktik pengelolaan sampah yang telah berjalan di masyarakat. Penempatan tong pada lingkungan permukiman dan kawasan Desa Wisata Kembangarum diharapkan dapat memperluas partisipasi masyarakat, menjaga keberlanjutan kegiatan, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi pemuda setempat. Dengan pengelolaan yang terus dilakukan oleh masyarakat, kegiatan tersebut diharapkan dapat tetap berjalan dan memberikan manfaat meskipun masa KKN telah berakhir.

Label Berita: