Dukung SDG 8, Mahasiswa Administrasi Publik UNY Perkuat UMKM Padukuhan Carikan melalui “Sapa UMKM”

Mahasiswa Departemen Administrasi Publik Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dengan program kerja "SAPA UMKM" di Padukuhan Carikan, Tamanmartani, Kalasan, Sleman. Program yang berlangsung pada Agustus hingga September 2026 ini menjadi bentuk penerapan Ilmu Administrasi Publik dalam mendukung pemberdayaan masyarakat, khususnya melalui penguatan data, pelayanan, dan digitalisasi UMKM di tingkat lokal.

SAPA UMKM merupakan program kerja individu yang dilaksanakan oleh Naufal Karim, mahasiswa Program Studi Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNY, dengan bimbingan dosen Dr. Kiromim Baroroh, S.Pd., M.Pd. Program ini mencakup tiga kegiatan utama, yaitu pendataan pelaku UMKM sebagai basis data, pendampingan pembuatan QRIS, serta fasilitasi pembuatan video profil usaha. Pelaksanaan program dilakukan secara door to door dengan mendatangi pelaku UMKM secara langsung. Pendekatan ini memungkinkan mahasiswa memahami kondisi dan kebutuhan pelaku usaha secara lebih dekat sekaligus memberikan pendampingan yang sesuai dengan kondisi masing-masing UMKM.

Dari perspektif Administrasi Publik, pendataan UMKM memiliki peran penting karena data merupakan salah satu instrumen dalam proses perencanaan dan pengambilan keputusan publik. Data yang lebih akurat dan mutakhir dapat membantu pemerintah di tingkat lokal memperoleh informasi mengenai jumlah, karakteristik, serta potensi pelaku UMKM. Ketersediaan basis data tersebut dapat menjadi salah satu bahan pendukung dalam merancang program pemberdayaan yang lebih sesuai dengan kondisi masyarakat.

Selain aspek data, SAPA UMKM juga mencerminkan dimensi pelayanan publik melalui pendampingan kepada masyarakat dalam mengakses dan memanfaatkan layanan digital. Pendampingan pembuatan QRIS diberikan untuk membantu pelaku UMKM menyediakan alternatif pembayaran digital dalam kegiatan transaksi usaha. Kegiatan ini menunjukkan bagaimana mahasiswa Administrasi Publik dapat berperan sebagai fasilitator dalam membantu masyarakat memahami dan memanfaatkan layanan yang tersedia.

Program ini juga memberikan perhatian pada aspek tata kelola dan pemberdayaan masyarakat. Sebanyak tiga UMKM memperoleh fasilitasi pembuatan video profil usaha yang kemudian dimanfaatkan sebagai media promosi melalui media sosial KKN, Padukuhan, dan Kalurahan. Pemanfaatan media digital tersebut diharapkan dapat membantu memperluas informasi mengenai produk dan usaha masyarakat serta membuka peluang jangkauan pasar yang lebih luas.

Melalui SAPA UMKM, mahasiswa tidak hanya menjalankan kegiatan pemberdayaan masyarakat, tetapi juga mempraktikkan sejumlah konsep yang dipelajari dalam Administrasi Publik, seperti pengelolaan data untuk mendukung kebijakan, pelayanan publik, fasilitasi masyarakat, digitalisasi pelayanan, dan tata kelola pemerintahan di tingkat lokal.

Kegiatan ini sekaligus mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, melalui upaya penguatan kapasitas dan digitalisasi UMKM. Program SAPA UMKM diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pelaku UMKM Padukuhan Carikan sekaligus menjadi pengalaman pembelajaran bagi mahasiswa dalam menerapkan ilmu Administrasi Publik secara langsung di tengah masyarakat.

Label Berita: