LTF Administrasi Publik 2026 Bangun Jiwa Kepemimpinan dan Pererat Kebersamaan antar Mahasiswa

 Yogyakarta, 13 September 2026 — Himpunan Mahasiswa Administrasi Publik (HIMA AP) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menyelenggarakan Leadership Training and Familiarity (LTF) Administrasi Publik 2026 pada Minggu (13/9) di Youth Centre Yogyakarta. Mengusung rangkaian kegiatan yang memadukan pembekalan kepemimpinan, diskusi, aktivitas luar ruang, dan kebersamaan, LTF 2026 menjadi ruang bagi mahasiswa Administrasi Publik untuk belajar mengambil peran sekaligus membangun kedekatan antarmahasiswa.

Kegiatan dimulai pada pukul 07.45 WIB dengan pembukaan oleh Master of Ceremony (MC). Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Pelaksana LTF Administrasi Publik 2026, dilanjutkan sambutan dari Ketua Himpunan Administrasi Publik 2026, dan sambutan dari Ketua Departemen Administrasi Publik. Setelah sesi sambutan, kegiatan memasuki agenda talkshow yang menjadi salah satu sesi utama dalam rangkaian LTF.

Sesi talkshow menghadirkan Aufa Ibnu Sulthoni sebagai narasumber dengan materi bertajuk “Memilih untuk Memimpin”. Materi mengajak peserta melihat kepemimpinan bukan sekadar tentang keberanian mengambil keputusan, tetapi juga tentang kemampuan memahami konsekuensi dan menentukan pilihan secara bertanggung jawab. Salah satu pembahasan yang diangkat adalah studi kasus Pasar Kembang atau Sarkem di Yogyakarta, sebuah kawasan yang dikenal sebagai ruang perputaran ekonomi dan aktivitas sosial masyarakat, tetapi juga memiliki stigma sebagai kawasan yang bertentangan dengan norma, moral, dan nilai agama. Studi kasus tersebut digunakan untuk menunjukkan bahwa perspektif seorang pemimpin dapat berhadapan dengan berbagai kepentingan yang berbeda.

Dalam menghadapi persoalan tersebut, materi menekankan pentingnya mempertimbangkan berbagai alternatif, seperti pemberdayaan warga melalui pelatihan keterampilan dan pendampingan usaha, pengembangan kawasan dan UMKM, pelibatan berbagai pihak, serta penguatan pengawasan dan penindakan terhadap aktivitas yang melanggar ketentuan. Pendekatan yang ditawarkan tidak berfokus pada perubahan secara radikal, tetapi tetap mempertimbangkan aturan yang telah berjalan dan kondisi masyarakat yang ada.

Pembahasan kemudian mengarah pada satu hal penting dalam kepemimpinan, yaitu bahwa keputusan tidak hanya berkaitan dengan ke mana keputusan berpihak, tetapi seberapa adil keputusan tersebut dibuat. Perspektif seorang pemimpin dapat berbeda dengan perspektif anggota, sehingga setiap pilihan perlu mempertimbangkan kepentingan dan konsekuensi yang menyertainya. Bagi mahasiswa Administrasi Publik, keberanian memilih menjadi bagian penting dari proses belajar kepemimpinan. Materi menekankan bahwa semakin banyak kepentingan yang berada di bawah tanggung jawab seorang pemimpin, semakin kompleks pula pilihan yang harus diambil. Karena itu, kemampuan menentukan skala prioritas menjadi salah satu cara untuk memetakan tingkat kepentingan dan menentukan langkah yang perlu didahulukan. Pembahasan kemudian ditutup dengan strategi time blocking, yaitu mengatur agenda secara rinci menggunakan aplikasi kalender atau media pencatatan lain. Peserta diajak membiasakan diri menyusun agenda, disiplin menjalankannya, dan konsisten dalam mengelola waktu.

Setelah talkshow, peserta mengikuti Focus Group Discussion (FGD) bersama dosen Departemen Administrasi Publik. Peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok dan mendapatkan topik yang berbeda untuk didiskusikan. Hasil diskusi kemudian dituangkan melalui pembuatan poster secara langsung menggunakan kertas. Berbeda dari diskusi yang berlangsung di dalam ruangan, FGD dilaksanakan di ruang terbuka Youth Centre Yogyakarta. Suasana tersebut memberikan pengalaman yang lebih santai sekaligus memungkinkan peserta berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Melalui kegiatan ini, peserta dapat mengembangkan kemampuan bekerja sama, bertukar gagasan, serta menyampaikan hasil pemikiran secara kreatif.

Setelah FGD, peserta melakukan persiapan sebelum mengikuti outbound. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian LTF yang memberikan kesempatan bagi peserta untuk membangun kekompakan dan kebersamaan melalui berbagai aktivitas kelompok di luar ruangan. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan ISHOMA pada pukul 12.30–14.00 WIB. Setelah itu, peserta kembali mengikuti agenda Campaign HMAP, yang dilanjutkan dengan penayangan Vantara On Screen.

Memasuki rangkaian acara sore hari, peserta mengikuti Uji Publik Bapak Ibu Negara. Agenda tersebut kemudian dilanjutkan dengan proses pemilihan Bapak Ibu Negara dan pengumuman hasil pemilihan. Rangkaian kegiatan selanjutnya ditutup dengan awarding sebagai bagian dari apresiasi dalam LTF Administrasi Publik 2026. Kegiatan kemudian diakhiri dengan sesi penutupan dan dokumentasi bersama. Melalui rangkaian talkshow, FGD, outbound, campaign, hingga kegiatan apresiasi, LTF Administrasi Publik 2026 menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengenal lingkungan organisasi dan merefleksikan bagaimana menjadi mahasiswa yang mampu menentukan pilihan, memahami konsekuensi, menyusun prioritas, dan mengambil peran.

Penulis: Ajeng Lestariningrum 

Label Berita: