You are here
Cegah Anemia Sejak Dini Dukung SDG 3: Cerita 'Pasukan Truk Merah' untuk Anak-anak TPA Kadisobo
Primary tabs

Sleman, 16 September 2026 โ Mahasiswa Administrasi Publik Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Diana Khaqiya Mas'ud, tengah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata Mandiri (KKN-M) di Padukuhan Kadisobo 1/Pepen. Sebagai program kerja individu, ia melaksanakan kegiatan edukasi bertajuk "Bebas Anemia" kepada anak-anak TPA di Mushola Al-Huda, Padukuhan Kadisobo 1, Kabupaten Sleman, DIY. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat mahasiswa KKN-M UNY dan turut mendukung SDG 3 yaitu Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being).
Anemia sering dianggap masalah orang dewasa, terutama remaja putri dan ibu hamil. Padahal berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, angka anemia pada anak usia 5โ14 tahun di Indonesia mencapai 16,3%, sementara pada ibu hamil bahkan lebih tinggi yaitu 27,7%. Tingginya angka tersebut menunjukkan bahwa masalah ini sudah menyentuh anak-anak usia sekolah dasar, kelompok yang selama ini jarang menjadi sasaran edukasi anemia secara langsung.
Kegiatan dikemas dengan metode bercerita (storytelling) menggunakan media kertas gambar sebagai ilustrasi. Anak-anak diajak mengikuti kisah "Pasukan Truk Merah", sebuah analogi sederhana yang menggambarkan sel darah merah sebagai truk-truk kecil pengangkut oksigen ke seluruh tubuh, dengan zat besi sebagai bahan bakar utamanya.
Melalui cerita ini, anak-anak diperkenalkan pada apa itu anemia, gejala-gejala yang perlu diwaspadai, penyebabnya, hingga pentingnya menjaga kesehatan tubuh agar terhindar dari kondisi tersebut. Metode ini dipilih karena dinilai lebih mudah dipahami dan diingat oleh anak-anak dibandingkan penyampaian materi secara konvensional. Bu Siti selaku Guru TPA juga mendukung edukasi dan turut menyampaikan agar anak-anak TPA bisa menjaga pola hidup sehat.
Di akhir kegiatan, mahasiswa membagikan poster edukasi serta gummy vitamin Sakatonik ACTIV kepada seluruh peserta. Poster dibagikan sebagai penguatan pesan edukasi agar dapat turut dibaca oleh anggota keluarga di rumah, sementara gummy vitamin diberikan sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi anak-anak. Gummy tersebut mengandung zat besi, asam folat, dan vitamin B12 yang berperan dalam pembentukan sel darah merah dengan anjuran konsumsi satu gummy per hari untuk anak usia 3โ9 tahun. Gummy tersebut aman dikonsumsi oleh peserta kegiatan yang sebagian besar berada pada rentang usia tersebut.
Melalui kegiatan sederhana ini, diharapkan anak-anak TPA Kadisobo 1 dapat mengenal anemia sejak dini. Setelah edukasi, poster juga dibingkai dan dipasang di area padukuhan agar bisa dibaca oleh masyarakat umum. Diharapkan anemia dikenal bukan hanya sebagai istilah yang asing tetapi sebagai sesuatu yang bisa mereka cegah melalui kebiasaan sehari-hari. Kebiasaan seperti makan makanan bergizi, cukup tidur, dan menjaga pola hidup sehat. Edukasi yang dikemas dengan dunia anak-anak adalah usaha untuk menyampaikan pesan penting agar lebih mudah dipahami.
Kegiatan ini juga menjadi wujud penerapan Ilmu Administrasi Publik di lapangan, khususnya dalam aspek pelayanan publik berbasis kesehatan masyarakat dan implementasi kebijakan pembangunan berkelanjutan (SDGs) di tingkat komunitas. Bagi Diana, kegiatan ini menjadi pengalaman nyata memahami bagaimana kebijakan kesehatan publik dapat diterjemahkan menjadi program yang aplikatif dan menyasar langsung kebutuhan masyarakat.
Kontak Kami
-Telp : 0274-548202 ext. 241
Gedung Dekanat Fakultas Ilmu Sosial Lt.3 Sayap Barat
Copyright © 2026,