You are here
Perkuat Jejaring Akademik, Administrasi Publik UNY Jalin Kolaborasi dengan Universitas Indonesia Mandiri
Primary tabs

Yogyakarta - Departemen Administrasi Publik Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menerima kunjungan akademik dari Program Studi Administrasi Publik, Fakultas Ilmu, Administrasi, Bisnis, dan Hukum, Universitas Indonesia Mandiri (UIMandiri) pada Selasa, 4 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB di Aula IsDB Lantai 4 FISIP UNY tersebut menjadi bagian dari rangkaian Kuliah Kerja Lapangan (KKL) sekaligus forum berbagi pengalaman mengenai pengelolaan dan pengembangan program studi.
Kunjungan diikuti oleh 74 mahasiswa Program Studi Administrasi Publik UIMandiri dengan didampingi Tiyas Apriza, S.I.P., M.I.P., Ence Sopyan, S.Sos., M.A.P., M. Reza Andrea Putra, S.I.P., MPA., dan Risma Pitriani Nuryana, S.I.P., M.I.P. Dari Departemen Administrasi Publik UNY, kegiatan dihadiri oleh Ketua Departemen Dwi Harsono, S.Sos., MPA., M.A., Ph.D., bersama jajaran dosen dan staf.
Membuka kegiatan, Dwi Harsono menyampaikan apresiasi atas kunjungan akademik UIMandiri. Ia berharap pertemuan tersebut tidak berhenti sebagai agenda kunjungan, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat hubungan, menjaga komunikasi, dan mengembangkan kolaborasi berkelanjutan antara kedua institusi.
Ketua Program Studi Administrasi Publik UIMandiri, Tiyas Apriza, S.I.P., M.I.P., menyampaikan terima kasih atas penerimaan Departemen Administrasi Publik UNY. Menurutnya, kunjungan ini diharapkan memberi kesempatan bagi mahasiswa dan dosen UIMandiri untuk memperoleh wawasan mengenai pengembangan program studi, khususnya dalam aspek kurikulum, akreditasi, tata kelola, serta kerja sama akademik. Pengalaman tersebut diharapkan dapat mendukung pengembangan lulusan Administrasi Publik yang kompeten, adaptif, dan responsif terhadap perkembangan zaman.
Pada sesi utama, Dwi Harsono memaparkan profil dan perkembangan Departemen Administrasi Publik UNY. Materi mencakup tata kelola program studi dan Laboratorium Administrasi Publik, fasilitas pembelajaran, akreditasi, pengembangan kurikulum, penelitian, publikasi, pengabdian kepada masyarakat, tracer study, kemitraan, prestasi mahasiswa, serta perkembangan animo masyarakat terhadap program studi. Pemaparan menegaskan bahwa pengelolaan program studi perlu diarahkan tidak hanya pada proses pembelajaran, tetapi juga pada relevansi kompetensi mahasiswa dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan bidang Administrasi Publik.
Dwi juga menekankan pentingnya keterlibatan institusi pendidikan dalam berbagai asosiasi untuk memperbarui pengetahuan, bertukar pengalaman, memperluas jejaring, dan membuka peluang kolaborasi. “Keterlibatan dalam asosiasi penting bagi institusi pendidikan untuk terus memperbarui pengetahuan dan memperluas pengalaman, sekaligus membangun jejaring serta membuka peluang kolaborasi yang lebih luas,” ujarnya.
Sesi diskusi berlangsung interaktif. Salah satu topik yang mendapat perhatian adalah pengelolaan Laboratorium Administrasi Publik. Dosen UIMandiri, Anjas Sofyan, menanyakan skema pembentukan laboratorium, pengisian personel, pengelolaan kegiatan, serta keterlibatan mahasiswa agar laboratorium dapat menjadi wadah pengembangan program studi dan kompetensi mahasiswa.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Departemen Administrasi Publik UNY menjelaskan bahwa laboratorium perlu ditempatkan dalam desain kurikulum sehingga mendukung pencapaian Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK). Pengembangannya juga perlu mempertimbangkan kebijakan dan asosiasi, masukan mitra kerja, kebutuhan kompetensi lulusan, data tracer alumni, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta capaian pembelajaran.
Dalam pengelolaannya, dosen memegang tanggung jawab utama, sedangkan mahasiswa dapat dilibatkan dalam berbagai aktivitas laboratorium untuk memperoleh pengalaman praktis. Salah satu bentuk pengembangan laboratorium di Departemen Administrasi Publik UNY adalah Center for Governance and Policy Analysis (CGPA), yang mendukung kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sekaligus menjadi ruang penguatan kapasitas mahasiswa dan pengembangan jejaring dengan berbagai institusi.
Diskusi juga membahas hubungan antara pengelolaan program studi dan kesiapan lulusan memasuki dunia kerja. Menanggapi pertanyaan mahasiswa mengenai pengaruh akreditasi unggul terhadap lulusan, dijelaskan bahwa tracer study menjadi instrumen penting untuk melihat perjalanan lulusan, termasuk waktu memperoleh pekerjaan dan kesesuaian bidang kerja. Informasi tersebut menjadi bahan evaluasi untuk menjaga kualitas lulusan dan relevansi kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja.
Pada bagian akhir, diskusi menyinggung dinamika pembelajaran di tengah keberagaman generasi mahasiswa. Perbedaan karakteristik antargenerasi dipandang dapat menjadi kekuatan apabila dijembatani melalui komunikasi dan ruang belajar bersama. Mahasiswa yang memiliki pengalaman lebih luas dapat berbagi pengalaman, sementara generasi yang lebih muda dapat berkontribusi melalui penguasaan teknologi sebagai digital native.
Kunjungan akademik ini menjadi ruang pertukaran pengalaman mengenai pengembangan pendidikan Administrasi Publik, mulai dari tata kelola program studi, kurikulum, laboratorium, akreditasi, tracer study, hingga kemitraan. Pertemuan tersebut diharapkan memperluas wawasan mahasiswa dan dosen UIMandiri sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih konkret antara Departemen Administrasi Publik UNY dan Program Studi Administrasi Publik UIMandiri.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyerahan kenang-kenangan dan dokumentasi bersama. Kedua institusi berharap komunikasi yang telah terbangun dapat dilanjutkan melalui berbagai bentuk kerja sama akademik pada masa mendatang.
Penulis: Hanum Rahmadani
Kontak Kami
-Telp : 0274-548202 ext. 241
Gedung Dekanat Fakultas Ilmu Sosial Lt.3 Sayap Barat
Copyright © 2026,