Mahasiswa Administrasi Publik UNY Dukung Reformasi Birokrasi melalui Digitalisasi Kearsipan pada Program Magang PLK di Kemendukbangga/BKKBN

Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melalui Program Praktik Lapangan Kependidikan (PLK) Magang terus mendorong mahasiswa mengintegrasikan kompetensi akademik dengan pengalaman kerja profesional. Program ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah sekaligus memahami secara langsung dinamika birokrasi dan tata kelola pemerintahan.

Kesempatan tersebut dimanfaatkan oleh dua mahasiswa Program Studi Administrasi Publik, Putri Nabilah dan Naishylla Mahyastuti Hutomo Putri, yang melaksanakan PLK Magang pada 1 Desember 2025 hingga 13 Februari 2026 di Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga/BKKBN), tepatnya pada Direktorat Pendayagunaan Lembaga Organisasi Kemasyarakatan (DITORMAS). Selama pelaksanaan magang, keduanya memperoleh bimbingan dari Dwi Harsono, M.Si., Ph.D. dan Dr. Marita Ahdiyana, M.Si.

DITORMAS memiliki peran strategis dalam mengoptimalkan partisipasi organisasi kemasyarakatan sebagai mitra pemerintah, termasuk dalam pelaksanaan Program Genting sebagai bagian dari upaya percepatan pencegahan stunting. Di lingkungan kerja tersebut, mahasiswa tidak hanya mengamati proses administrasi pemerintahan, tetapi juga terlibat langsung dalam berbagai aktivitas yang mendukung transformasi digital birokrasi sebagai implementasi prinsip good governance, yaitu transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi pelayanan publik.

Selama program berlangsung, mahasiswa memperoleh pengalaman dalam pengelolaan e-procurement melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE). Kegiatan yang dilakukan meliputi penyusunan dokumen Surat Perintah Kerja (SPK), Harga Perkiraan Sendiri (HPS), dan Perjanjian Kerja Sama (PKS), pemeriksaan laporan pertanggungjawaban Event Organizer (EO), hingga penginputan adendum kontrak ke dalam sistem LPSE. Selain itu, mahasiswa juga mendapatkan pendampingan dalam penelusuran data Coretax sebagai bagian dari sistem administrasi perpajakan yang mendukung tata kelola keuangan instansi.

Di bidang kearsipan digital, mahasiswa berkontribusi dalam pengarsipan dokumen perjalanan dinas secara sistematis serta pengelolaan surat melalui aplikasi SRIKANDI (Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi). Pemanfaatan sistem ini memperlihatkan bagaimana digitalisasi mampu meningkatkan efisiensi proses administrasi, mengurangi penggunaan dokumen fisik, serta memperkuat keterlacakan arsip sebagai bagian dari reformasi birokrasi di lingkungan pemerintahan.

Pengalaman magang juga semakin kaya melalui keterlibatan mahasiswa dalam berbagai agenda strategis DITORMAS. Salah satunya adalah Genting Collaboration Summit 2025, forum nasional yang mempertemukan perwakilan BKKBN dari seluruh Indonesia bersama berbagai mitra untuk memperkuat kolaborasi dalam pelaksanaan program pencegahan stunting. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa turut mendukung penyelenggaraan acara, mulai dari pendampingan penyerahan penghargaan kepada mitra dan perwakilan BKKBN, pelaksanaan rapat koordinasi nasional, hingga berbagai agenda strategis lainnya.

Keterlibatan tersebut memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk berinteraksi secara langsung dengan para pemangku kepentingan, termasuk jajaran pimpinan Kemendukbangga/BKKBN dan perwakilan BKKBN dari berbagai daerah. Pengalaman ini menjadi pembelajaran berharga mengenai mekanisme koordinasi lintas organisasi dalam penyelenggaraan kebijakan publik di tingkat nasional.

Melalui Program PLK Magang, mahasiswa Administrasi Publik UNY tidak hanya memperoleh pengalaman profesional, tetapi juga menunjukkan kapasitas untuk berkontribusi dalam penguatan tata kelola pemerintahan yang adaptif terhadap transformasi digital. Pengalaman Putri Nabilah dan Naishylla Mahyastuti Hutomo Putri menjadi bukti bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan instansi pemerintah mampu menghasilkan pembelajaran yang relevan sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pelayanan publik.

Ditulis oleh Putri Nabilah dan Naishylla Mahyastuti Hutomo Putri, mahasiswa Program Studi Administrasi Publik, Universitas Negeri Yogyakarta.