You are here
Perkuat Peran Perempuan dalam Demokrasi melalui Kegiatan Pendidikan Politik Perempuan di Kota Yogyakarta
Primary tabs

Yogyakarta – Pada tanggal 20-21 April 2026 lalu, Departemen Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Negeri Yogyakarta berpartisipasi dalam kegiatan Pendidikan Politik bagi Perempuan yang diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Yogyakarta. Kegiatan ini mengusung tema “Aktivisme Perempuan Yogyakarta dalam Partisipasi Demokrasi yang Bermakna” dan dilaksanakan di Hotel Harper Malioboro Yogyakarta.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, kapasitas, serta partisipasi perempuan dalam kehidupan demokrasi yang lebih substantif dan berkeadilan gender. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ruang diskusi publik bagi aktivis perempuan serta wadah pertukaran gagasan antar pemangku kepentingan untuk berbagi pengalaman, gagasan, serta merumuskan rekomendasi kebijakan yang responsif gender di tingkat daerah.
Dalam kegiatan tersebut, salah satu dosen dari Departemen Administrasi Publik FISIP UNY, Ashilly Achidsti, S.I.P., MPA., hadir sebagai narasumber dan menyampaikan materi terkait Perempuan dan Politik: Tantangan dan Reformulasi Kebijakan Publik dalam Demokrasi Substantif Berkeadilan Gender di Kota Yogyakarta. Dalam pemaparannya, beliau menekankan bahwa partisipasi perempuan dalam politik tidak hanya sebatas kehadiran secara administratif, tetapi harus mampu memberikan pengaruh nyata dalam proses perumusan kebijakan publik.
“Partisipasi perempuan dalam demokrasi perlu didorong tidak hanya pada aspek kuantitas, tetapi juga kualitas. Perempuan harus memiliki ruang yang setara untuk berkontribusi secara substantif dalam menentukan arah kebijakan publik,” ungkapnya. Lebih lanjut, disampaikan bahwa perempuan masih menghadapi berbagai tantangan dalam ranah politik, mulai dari hambatan struktural, budaya patriarki, hingga keterbatasan akses terhadap sumber daya politik. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat sipil dalam menciptakan ekosistem demokrasi yang inklusif.
Diskusi yang berlangsung selama dua hari ini mencakup berbagai isu strategis, antara lain stereotip gender, kekerasan berbasis gender dalam politik, reformasi institusi politik, serta penguatan kepemimpinan perempuan yang inklusif.
Peserta kegiatan terdiri dari perempuan aktivis muda dan kader partai politik di Kota Yogyakarta yang mengikuti rangkaian kegiatan secara aktif melalui sesi pemaparan materi, sesi diskusi, tanya jawab, serta perumusan gagasan. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat mendorong peran aktif perempuan dalam mewujudkan kehidupan demokrasi yang lebih inklusif dan partisipatif.
Partisipasi Departemen Administrasi FISIP UNY dalam kegiatan ini merupakan wujud komitmen institusi dalam mendukung penguatan kapasitas masyarakat, khususnya perempuan, dalam bidang politik dan kebijakan publik. Di masa mendatang, diharapkan sinergi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat sipil dapat terus ditingkatkan guna mewujudkan demokrasi yang partisipatif, berkeadilan dan berkelanjutan.
Penulis : Cici Okmalia
Kontak Kami
-Telp : 0274-548202 ext. 241
Gedung Dekanat Fakultas Ilmu Sosial Lt.3 Sayap Barat
Copyright © 2026,